Sriwijaya Air Kapok Tawarkan Program Terbang Sepuasnya

16 July 2019 by
Sriwijaya Air Kapok Tawarkan Program Terbang Sepuasnya

PT Sriwijaya Air mengaku enggan menawarkan kembali program Sriwijaya Air Travel Pass (SJ Travel Pass) seperti yang dilakukan perseroan tahun lalu. Sebab, alih-alih meraup untung, program terbang sepuasnya tersebut malah membuat kantong perusahaan jebol.

"Tidak (membuka program SJ Travel Pass). Untuk saat ini tidak ada. Rugi," tegas Direktur Komersial Sriwijaya Air Joseph Dajoe K Tendean, Senin (15/7).

Diketahui, SJ Travel Pass adalah program yang ditawarkan oleh Sriwijaya Air kepada penumpang yang ingin terbang selama satu tahun dengan hanya membayar Rp12 juta. Program itu dijual pada 9 April-9 Juni 2018, dan berlaku selama 12 bulan sejak tanggal pembelian.

Namun demikian, Joseph tak menjelaskan secara rinci nominal kerugian yang dialami perusahaan dengan menerbitkan program tersebut bagi pengguna. "Rugi, sudah tidak kami lanjutkan lagi," imbuhnya.


Menurutnya, perusahaan sedang berencana membuat program baru untuk menarik masyarakat menggunakan Sriwijaya Air sebagai moda transportasi udara. Manajemen akan mengkaji agar program baru itu tak merugikan keuangan perusahaan, seperti SJ Travel Pass.

"Kami buat yang tidak rugi, seperti Garuda Miles kan kami gabung royaltinya. Di Garuda Miles kan ada royalti program, Sriwijaya Air dimasukkan juga untuk royalti juga," terang dia.

Sekadar mengingatkan, sejumlah penumpang yang menjadi anggota SJ Travel Pass melontarkan protesnya pada awal tahun ini karena merasa dirugikan dengan program tersebut. Mereka yang dijanjikan bisa terbang gratis selama satu tahun setelah membayar Rp12 juta justru sering kehabisan tiket.

Salah satu anggota SJ Travel Pass, Ali Akmal (34 tahun) mengaku selalu kehabisan tiket sejak 5 Desember 2018. Padahal, saat mendaftar pertama kali pada Mei 2018, ia masih bisa menikmati layanan terbang sepuasnya dari maskapai asuhan Chandra Lie tersebut.

"Kalau pesan lewat aplikasi Sriwijaya Air sebagai anggota SJ Travel Pass, tiket selalu sudah habis terjual. Tapi, kalau coba pesan bukan sebagai anggota, banyak seat (kursi) kosong dengan pilihan rute dan jadwal yang beragam. Hampir semua destinasi sudah sold out untuk member (anggota)," ucap dia.

Pengalaman serupa dialami Novita Angeline (29 tahun). Ia mengatakan kesulitan mendapat tempat duduk ketika memesan menggunakan program SJ Travel Pass.

"Tapi, kalau saya cek rute yang sama dengan aplikasi lain, masih ada kursi," pungkas Novita.

Berita Terkait

Apa Reaksi Anda ?

Love
0%

Suka

Laugh
0%

Lucu

Surprised
100%

Kaget

Sad
0%

Sedih

Angry
0%

Marah

180 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
candra 21 August 2019 | 16:42:57

Pasti maskapai rugi klo terbang sepuasnya

PERSATUAN INDONESIA 19 August 2019 | 08:28:38

wah mantap lah kalau sriwijaya tawarkan terbang

17 agustus 17 August 2019 | 12:25:13

Berpengaruh, jadi sepi mungkin hotel2 yak gaes

Fitry Lailatul 16 August 2019 | 11:19:32

Program tersebut sudah bagus kenapa harus di hapus

15 August 2019 | 06:14:08

lhah...bikin program sendiri...rugi sendiri

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top