Masjid Longgang di Negeri Taiwan Tanpa Azan yang Keras

12 November 2018 by
Masjid Longgang di Negeri Taiwan Tanpa Azan yang Keras

Perjalanan pagi hari dari Jakarta, saya baru mendarat sore hari di Taipei karena pesawat transit di Hong Kong. Perjalanan saya langsung ke Masjid Longgang untuk menginap, mengisi acara tabligh dan workshop.

Terlintas dalam pikiran, saya akan masuk angin. Tapi ternyata, penginapannya setara hotel bintang tiga, sekaligus mewahnya ruang pertemuannya. 

Masjid Lungkang atau juga bisa disebut Longgang adalah sebuah masjid di Distrik Zhongli, Taoyuan Taiwan. Masjid ini adalah masjid kelima yang dibangun di Taiwan, yang dipimpin oleh Abdullah bin Ya’qub.

Bangunan masjid ini dibangun di atas lahan seluas 1.289 meter persegi dan selesai pada tahun 1967. Awalnya, masjid tersebut sangat kecil, tetapi setelah bergabung dengan Asosiasi Muslim Tionghoa, mereka dapat mengumpulkan uang untuk membangun masjid yang lebih besar.

Pada tahap pembangunan pertama yang menelan biaya sebesar US$312.000, hanya ruang salat utama dan bagian ruang bawah tanah masjid yang dibangun. Bangunan masjid menempati lahan seluas 1.300 meter persegi dan tempat ibadah utama dapat menampung 150 jemaah. 

Pada tahap pembangunan kedua, dengan biaya US$400.000, menara masjid, sebuah dapur, asrama dan kamar mandi ditambahkan di bangunan utama.

Seusai salat subuh berjemaah, saya kaget. Sebab, ada seorang jemaah yang selesai salam langsung berdiri dengan nada suara yang keras. Ternyata, menurut teman yang menerjemahkan, jemaah itu marah karena ada beberapa jemaah yang sandalnya tidak diletakkan di loket tempat sandal. Menurutnya, sandal itu merusak pemandangan dan memungkinkan orang terpeleset.  

Seusai mengisi kuliah subuh, saya santai ngopi pagi dengan imam Masjid Longgang, Abdullah bin Ya’qub, lulusan Universitas Al-Azhar. Saya bertanya, mengapa azan subuhnya tak terdengar? 

Ia menjawab bahwa azan Subuh tak boleh menggunakan pengeras suara khawatir mengganggu masyarakat sekitar. Adapun, azan Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya dikeraskan dengan alat pengeras sekadarnya yang ada di sekitar masjid. 

Selain menyelenggarakan pengajian, Masjid Longgang juga menyelenggarakan pendidikan Islam. Umat Islam di sekitar Zhongli sering mengadakan acara halaqah dan seminar di asrama masjid. 

Termasuk pekerja migran Indonesia setiap minggu menyelenggarakan pertemuan rutin di Masjid Longgang. Meski di negara minoritas muslim, pengelolaan masjid ini cukup baik. 

Diketahui per tahun 2018, Taiwan sudah memiliki delapan masjid, yang terkenal adalah Masjid Agung Taipei, masjid tertua dan terbesar di Taiwan. Meskipun jumlah penganut muslim sekitar 0,3 persen penduduk Taiwan dan perkembangan umat Islam sangat lambat, tetapi dilaporkan bahwa setiap tahun ada sekitar 100 orang Taiwan yang masuk Islam, terutama karena menikah dengan pria muslim.

Apa Reaksi Anda ?

Love
0%

Suka

Laugh
0%

Lucu

Surprised
0%

Kaget

Sad
0%

Sedih

Angry
0%

Marah

1170 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
Anas Mubarok 11 August 2019 | 21:55:34

masjid longgang di taiwan tanpa azan yang keras

Lingga Seasfourjiel 11 August 2019 | 20:17:16

mungkin penduduk sana banyak beragama ya

Doni Saputra 11 August 2019 | 09:05:55

mungkin penduduk sana banyak beragam agama

anisa 07 August 2019 | 06:29:28

mengisi acara tabligh dan workshop

Michel Lud 05 July 2019 | 18:56:48

mungkin penduduk sna banyak beragama yaa

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top