Butrint, Kota Kuno Yunani yang Hilang Tertutup Rawa

13 January 2019 by
Butrint, Kota Kuno Yunani yang Hilang Tertutup Rawa

Foto: commons.wikimedia.org

 

Butrint atau Buthrotum adalah kota kuno dan situs arkeologis di Albania, yang lokasinya berbatasan dengan Yunani. Kota itu dibangun di sebuah bukit yang menghadap ke arah Terusan Vivari.

Butrint merupakan daerah pemukiman yang telah didiami oleh beberapa generasi peradaban manusia, mulai dari zaman pra-sejarah, koloni bangsa Yunani, Imperium Romawi, hingga wilayah Keuskupan Eropa.

Mulai tahun 800 SM sampai datangnya bangsa Romawi tahun 44 SM, kota akropolis Butrint dan Shen Dimitri berada di bawah kekuasaan Yunani. Saat itu, Butrint dihuni oleh suku Chaonian, yang diperkirakan menjadi suku asli wilayah tersebut.

Selama masa kekuasaan Yunani, struktur kota dan model bangunan Yunani banyak diterapkan di sana. Bangunan-bangunan publik seperti teater terbuka dan kuil menjadi pemandangan yang tidak asing di sana. Setelah itu, Butrint diduduki oleh Imperium Romawi dan menjadi bagian dari Provinsi Illyria.

Pada masa pemerintahan Romawi, kota itu dilengkapi dengan struktur benteng yang mengelilingi seluruh bagian kota. Sejumlah bangunan gereja dari masa-masa awal penyebaran agama Kristen juga mulai banyak dibangun pada masa tersebut.

Ketika terjadi invasi dari bangsa Slavia abad ke-7, Butrint ditinggalkan sementara oleh penduduknya. Kota itu lalu dibangun kembali pada masa Byzantium, yang semakin memperkuat struktur pemerintahan di dalamnya.

Setelah mengalami masa keemasan di bawah pemerintahan Byzantium, dan bangsa Venisia, kota Butrint mulai ditinggalkan oleh penduduknya. Sekitar akhir abad Pertengahan, jumlah penduduk di kota itu hanya tinggal sedikit. Kebanyakan dari mereka memilih untuk pindah karena saat itu Butrint telah menjadi area rawa.

Area pemukiman di Butrint telah menunjukkan bentuk arekeologis yang sangat terpelihara selama lebih dari 3.000 tahun kehidupan manusia di wilayah tersebut. Sisa-sisa bangunan di sana juga telah menjadi catatan sejarah yang dapat mengungkap pola interaksi penduduk di kawasan perkotaan dengan pedesaan di Albania pada masa lampau.

Pada 1912, pemerintahan fasis Italia di bawah Mussolini, berhasil menguasai Albania. Penggalian arkeologis pertama di Butrint pun dimulai pada 1928 atas perintah Mussolini. Tim ekspedisi yang dimpimpin Luigi Maria Ugolini, berhasil menguak berbagai harta karun arekologis yang tersembunyi di balik rawa-rawa.

Hingga saat ini penggalian terus dilakukan dengan membuka lahan-lahan yang tertutup oleh rawa. Para ahli memperkirakan luas kota yang ada saat ini hanyalah setengah bagian dari keseluruhan luas kota sebenarnya.

Sumber: Perwito Mulyono, dkk. 2009. World Heritage Nature & Culture Volume 7. Surakarta : Batara Publishing.

Apa Reaksi Anda ?

Love
100%

Suka

Laugh
0%

Lucu

Surprised
0%

Kaget

Sad
0%

Sedih

Angry
0%

Marah

2265 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
Mayau Indok 12 June 2019 | 13:48:04

kalau rawanya di bersihin lagi pasti bakalan jadi kota yang indah

Rambo 12 June 2019 | 09:53:36

mungkin sudah tidak terpakai lagi

Asbak Band 09 June 2019 | 20:53:10

dulunya kota itu sangat ramai sekali

Kurnia Effendi 08 June 2019 | 06:19:51

berarti kota ini di tinggal penghuninya

Khaidir Mkssr 04 June 2019 | 21:59:02

opale emangnya g

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top